Jumat, 13 Januari 2017

“TUGAS SOFTSKILL 4”


Nama       : Venta Oktavia Tilukay
Kelas        : 3PA17
Npm         : 1A54990

I.      Empowerment, Stress, & Konflik
A.    Pengertian Empowerment
Pemberdayaan artinya membuat sesuatu menjadi berdaya atau mempunyai daya atau mempunyai kekuatan. Pemberdayaan dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari empowerment. Pemberdayaan berarti memampukan (to enable), memberikan kesempatan (to allow) atau mengizinkan (to permit)  melalui inisiatif sendiri atau yang dipicu oleh orang lain (Mulyadi, 2007). 
Pemberdayaan karyawan adalah pemberian wewenang kepada karyawan untuk merencanakan (planning), mengendalikan (controlling) dan membuat keputusan atas pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya, tanpa harus mendapatkan otorisasi secara eksplisit dari manajer diatasnya (Hansen & Mowen 2007).
B.     Pengertian Stress
Manuaba (1998) memberikan definisi sebagai berikut: Stress adalah segala rangsangan atau aksi dari tubuh manusia baik yang berasal daru luar maupun dari dalam tubuh itu sendiri yang dapat menimbulkan bermacam-macam dampak yang merugikan mulai dari menurunnya kesehatan sampai kepada dideritanya suatu penyakit. Dalam kaitannya dengan pekerjaan, semua dampak dari stress tersebut akan menjurus kepada menurunnya performansi, efisiensi dan produktifitas kerja yang bersangkutan. Lazarus dan Folkman, 1984 menyatakan, stres psikologis adalah sebuah hubungan antara individu dengan lingkungan yang dinilai oleh  individu tersebut sebagai hal yang membebani atau sangat melampaui  kemampuan seseorang dan membahayakan kesejahteraannya.

§  Sumber Stress
Sumber-sumber stress didalam diri seseorang : Tingkatan stress yang muncul tergantung pada rasa sakit dan umur inividu (sarafino,1990). Stress juga akan muncul dalam seseorang melalui penilaian dari kekuatan motivasional yang melawan, bila seseorang mengalami konflik. Konflik merupakan sumber stress yang utama.
-     Sumber-sumber stress di dalam keluarga : Stress di sini juga dapat bersumber dari interaksi di antara para anggota keluarga, seperti : perselisihan dalam masalah keuangan, perasaan saling acuh tak acuh, tujuan-tujuan yang saling berbeda dll. Misalnya : perbedaan keinginan tentang acara televisi yang akan ditonton, perselisihan antara orang tua dan anak-anak yang menyetel tape-nya keras-keras, tinggal di suatu lingkungan yang terlalu sesak, kehadiran adik baru. Khusus pada penambahan adik baru ini, dapat menimbulkan perasaan stress terutama pada diri ibu yang selama hamil (selain perasaan senang, tentu), dan setelah kelahiran. Rasa stress pada ayah sehubungan dengan adanya anggota baru dalam keluarga, sebagai kekhawatiran akan berubahnya interaksi dengan ibu sebagai istrinya atau kekhawatiran akan tambahan biaya. Pra orang tua yang kehilangan anak-anaknya atau pasanganya karena kematian akan merasa kehilangan arti (Sarafino,1990).
-     Sumber-sumber stress didalam komunitas dan lingkungan : interaksi subjek diluar lingkungan keluarga melengkapi sumber-sumber stress. Contohnya : pengalaman stress anak-anak disekolah dan di beberapa kejadian kompetitif, seperti olahraga. Sedangkan beberapa pengalaman stress oang tua bersumber dari pekerjaannya, dan lingkungan yang stressful sifatnya. Khususnya ‘occupational stress’ telah diteliti secra luas.
-      Pekerjaan dan stress : Hampir semua orang didalam kehidupan mereka mengalami stress     sehubungan denga pekerjaan mereka. Tidak jarang situasi yang ‘stressful’ ini kecil saja dan tidak berarti, tetapi bagi banyak orang situasi stress itu begitu sangat terasa dan berkelanjutan didalam jangka waktu yang lama.
-     Stress yang berasal dari lingkungan : lingkungan yang dimaksud disni adalah lingkungan fisik, seperti : kebisingan, suhu yang terlalu panas, kesesakan, dan angin badai (tornado,tsunami). Stressor lingkungan mencakup juga stressor secara makro seperti migrasi, kerugian akibat teknologi modern seperti kecelakaan lalu lintas, bencana nuklir (Peterson dkk, 1991) dan faktor sekolah (Graham,1989).

C.   Pengertian Konflik
Menurut Killman dan Thomas (1978), konflik merupakan kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja
§  Jenis-jenis Konflik
Konflik mempunyai banyak jenis seperti yang dikatakan James A.F. Stoner dan Charles Wankel
dikenal ada lima jenis konflik yaitu konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar
individu dan kelompok, konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.
1. Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada
waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus bentuk konflik intrapersonal yaitu :
a.       Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama
sama menarik.
 b.  Konflik pendekatan penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada duapilihan yang sama menyulitkan.
2. Konflik Interpersonal
   Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Maka Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi.
3.  Konflik antar perorangan
     Konflik antar perorangan terjadi antara satu individu dengan individu lain atau lebih. Konflik ini biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan sifat dan perilaku setiap orang dalam organisasi. Hal ini biasanya pernah dialami oleh setiap anggota organisasi baik hanya dirasakan sendiri maupun ditunjukkan dengan sikap.
4.  Konflik Antar Kelompok
   Tingkat lainnya dalam konflik di organisasi adalah konflik antar kelompok. Seperti diketahui bahwa sebuah organisasi terbentuk dari beberapa kelompok kerja yang terdiri dari banyak unit. Apabila diantara unit-unit disuatu kelompok mengalami pertentangan dengan unit-unit dari kelompok lain maka manajer merupakan pihak yang harus bisa menjadi penghubung antara keduanya.
5. Konflik antar organisasi
  Konflik juga bisa terjadi antara organisasi yang satu dengan yang lain. Hal ini tidak selalu disebabkan oleh persaingan dari perusahaan-perusahaan di pasar yang sama. Konflik ini bisa terjadi karena adanya ketidak cocokan suaut badan terhadap kinerja suatu organisasi.

§  Tahapan-Tahapan Perkembangan kearah terjadinya Konflik :
1. Konflik masih tersembunyi (laten) Berbagai macam kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang biasa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang mengganggu dirinya.
2. Konflik yang mendahului (antecedent condition) Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya, kelompok atau organisasi secara keseluruhan, seperti timbulnya tujuan dan nilai yang berbeda, perbedaan peran dan sebagainya.
3. Konflik yang dapat diamati (perceived conflicts) dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict) Muncul sebagai akibat antecedent condition yang tidak terselesaikan.
4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior) Upaya untuk mengantisipasi timbulnya konflik dan sebab serta akibat yang ditimbulkannya; individu, kelompok atau organisasi cenderung melakukan berbagai mekanisme pertahanan diri melalui perilaku.
5. Penyelesaian atau tekanan konflik Pada tahap ini, ada dua tindakan yang perlu diambil terhadap suatu konflik, yaitu penyelesaian konflik dengan berbagai strategi atau sebaliknya malah ditekan.
6. Akibat penyelesaian konflik Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak. Sebaliknya bila tidak, maka bisa berdampak negatif terhadap kedua belah pihak sehingga mempengaruhi produkivitas kerja.
§  Contoh Kasus yang berkaitan dengan stress, dan konflik,  berikan juga solusinya .
Contoh kasus yang saya ambil adalah kasus mengenai diri saya sendiri, saya mengikuti salah satu organisasi di kampus atau yang sering disebut dengan “Bada Eksekutif Mahasiswa” khususnya Fakultas Psikologi. Dalam organisasi tersebut tidak jarang saya menemukan masalah yang seringkali menyebabkan stress pada diri saya sendiri dan konflik yang mulai muncul dalam organisasi tersebut. Seperti contohnya saat organisasi yang saya ikuti akan segera mengadakan satu event besar yang melibatkan 400 peserta, seorang gueststar dan membutuhkan dana yang tidak sedikit, setiap panitia mempunyai tanggung jawab besar yang harus dipenuhi, demi kelancaran acara panitia yang juga masih berstatus mahasiswa aktif harus rela dan secara tepat membagi waktu dan tenaganya. Tidak jarang saya mengalami distress pribadi dikarenakan tuntutan perkuliahan dengan tanggung jawab dalam organisasi. Namun saya tetap mendahulukan nilai dan kegiatan akademik.stress yang muncul bisa dikarenakan karena banyaknya tugas yang terbengkalai akibat kegiatan non akademik yang saya ikuti, bisa juga sebaliknya tuntutan tanggung jawab dalam berorganisasi menjadi sangat terabaikan dikarenakan tugas kuliah, dan kegiatan/rutinitas pribadi yang menjadi halangan. Konflik mulai muncul apabila kedua tuntutan ini tidak berjalan seimbang. adanya kesalahan pahaman yang sering muncul diantara panitia yang satu dengan yang lainnya, adanya perdebatan, dipanggil dosen, jarang absen, dan telat mengumpulkan tugas. Disini saya harus dengan baik membagi waktu, dan peran dari seorang pemimpin sangat dibutuhkan guna menimbang masalah yang terjadi, memebri pengertian, dan dukungan,
Solusi yang  diharapkan berguna bagi suatu organisasi.
1.     Suatu  organisasi lebih baik menggunakan gaya kepemimpinan yang tepat bagi organisasinya. Bukan hanya mementingkan keuntungan atau kepentingan segelintir pemimpinorganisasi, melainkan memperhatikan dan mementingkan juga kepentingan anggota/ pegawainya sehingga konflik dalam pekerjaan bisa dihindarkan.
2.     Meningkatkan motivasi dalam bekerja bukan hanya dapat dilakukan dengan sebatas material, melainkan dari segi afeksi adalah hal yang paling berpengaruh. Dengan perhatian pemimpin menyangkut kinerja pegawai dan memberikan reward akan meningkatkan kepuasan kerja pada diri pegawai yang berujung pada meningkatnya motivasi pegawai dalam bekerja.

II. Komunikasi dan Manajemen.
A.    Definisi komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Beberapa definisi komunikasi adalah:
1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti atau makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid).
2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
B.     Proses Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai kompenen dasar sebagai berikut:
a. Pengirim pesan
b. Penerima pesan
c. Pesan 
Semua manajer melibatkan proses komunikasi. Proses komunikasi dapat dilihat pada skema dibawah ini:
Diagram 1 : Proses Komunikasi
a. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa :
- Informasi
- Ajakan
- Rencana kerja
- Pertanyaan dan sebagainya
- Simbol atau Isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.
- Media atau Penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dan sebagainya.
- Mengartikan kode atau Isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti atau dipahaminya.
b. Penerima Pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim.
- Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak. Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
- Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.

C. Hambatan Komunikasi
ü  Hambatan dari Proses Komunikasi
Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
Hambatan dalam penyandian atau simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
ü  Hambatan dalam bahasa sandi.
Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima atau mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
ü  Hambatan dalam memberikan balikan.
Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
ü  Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya. 
ü  Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima.
ü  Hambatan Psikologis
‘Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.

D.    Pengertian komunikasi interpersonal efektif dalam organisasi yang
mencakup componential & situational.
Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi, baik antara atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication). Secara sederhana, komunikasi adalah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi dalam berkomunikasi, kita harus efektif menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada orang lain. Adapun berkomunikasi secara langsung dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Karena dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung. Proses berkomunikasi dimulai dari adanya pesan yang akan disampaikan oleh pengirim, kemudian ditransfer melalui suatu channel (saluran), kemudian diterima oleh penerima.
Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componential dan situational.
1.      Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
2.      Situasional
Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.

E.     Model Pengolahan Informasi ; rational, limited capacity, expert, dan cybermatic.
Model-model Pengolahan Informasi pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan-dorongan internal (datang dari dalam diri) manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya, serta mengembangkan bahasa untuk mengungkapkannya. Model Pengolahan informasi berorientasi pada :
a.      Proses Kognitif
b.      Pemahaman Dunia
c.      Pemecahan Masalah
d.      Berpikir Induktif

F. Model interaktif manajemen.
1.      Confidence
Dalam manajemen timbulnya suatu interaksi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.
2.      Immediacy
Ini adalah model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan
3.      Interaction management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan
4.      Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
5.      Other-orientation
Dalam hal ini suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.

Sumber           :
Joseph A. Devito, Komunikasi Antar Manusia .Jakarta:Profesional book, edisi 5, Hal. 231
Lilico, T.M. 1984. Komunikasi Manajemen. Jakarta : Erlangga
Mulyana, Deddy. 2006. Stress, Konflik, dan Komunikasi Organisasi. Bandung: Rosdakarya





Lampiran Sertifikat :
1.                Ditetapkan menjadi panitia terbaik dalam organisasi Badan Eksekutif  Mahasiswa  tepatnya pada bulan Oktober 2015.



2.                Menjabat sebagai panitia registrasi dalam acara seminar dengan tema “How to Communicate with Creative ways” yang diselenggarakan pada tanggal 5 April 2016 Yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Psikologi Universitas  Gunadarma.

3.                Menjabat sebagai Panitia Perlengkapan dalam acara Talkshow “Liga Psikologi”Menjadi peserta dalam acara seminar “Kesehatan Jiwa” yang jatuh pada tanggal 14 Oktober 2014 BEM  Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.


4. Menjadi peserta dalam acara seminar “Kesehatan Jiwa” yang jatuh pada tanggal 14 Oktober 2014
BEM Fakultas Psikologi Univeritas Gunadarma.



5. Menjadi “Peserta “Talk Show We Care (Membangun Masa Depan Anak Jalanan)”
Yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.







Kamis, 17 November 2016

Tugas Softskill 3



Nama               : Venta Oktavia Tilukay
NPM               : 1A514990
Kelas               : 3PA17

CONTROLING FUNGSI MANAJEMEN

1.      Pengertian Controling/Pengendalian Fungsi Manajemen
Dari sejumlah fungsi manajemen, pengawasan merupakan salah satu fungsi yang sangat penting dalam pencapaian tujuan manajemen itu sendiri. Fungsi manajemen lainnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan tidak akan dapat berjalan dengan baik apabila fungsi pengawasan ini tidak dilakukan dengan baik.
Menurut Anthony, Dearden dan Bedford :
Pengendalian Manajemen adalah semua metode, prosedur dan strategi organisasi, termasuk sistem pengendalian manajemen yang digunakan oleh manajemen untuk menjamin bahwa pelaksanaan sesuai dengan strategi dan kebijakan perusahaan.

2.      Langkah-langkah Controlling dalam Fungsi Manajemen.

·                             1.      Langkah-langkah Controlling dalam Fungsi Manajemen.

·         Tahap Penetapan Standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum yaitu : standar phisik, standar moneter, standar waktu

·         Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
            Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat.

·         Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue, yang berupa atas, pengamatan, laporan, metode, pengujian, dan sampel.

·         Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya mengapa bisa terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan bagai manajer.

·         Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi
 Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada perbaikan  dalam pelaksanaan.

3.      Tipe-tipe dalam Controlling Fungsi Manajemen.
  • Ada 4 tipe kontrol dalam pengendalian manajemen, yaitu :
  • a)         Pengendalian dari dalam organisasi (kontrol internal)
  • Adalah pengendalian yang dilakukan oleh oleh aparat/unit pengendalian yang dibentuk dari dalam organisasi itu sendiri (dalam satu atap). Aparat/unit pengendalian ini bertugas mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan oleh pimpinan untuk melihat dan menilai kemajuan atau kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu pimpinan dapat mengambil suatu tindakan korektif terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya (internal control).
  •  
  • b)         Pengendalian luar organisasi (kontrol eksternal)
  • Adalah pengendalian yang dilakukan oleh Aparat/Unit Pengendalian dari luar organisasi terhadap departemen (lembaga pemerintah lainnya) atas nama pemerintah. Selain itu pengawasan dapat pula dilakukan oleh pihak luar yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk minta bantuan pemeriksaan/pengendalian terhadap organisasinya.
  •  
  • c)         Pengendalian preventif
  • Maksud pengendalian preventif adalah untuk mencegah terjadinya kekeliruan/kesalahan.
  •  
  • d)         Pengendalian represif
  • Maksud dilakukannya pengendalian represif adalah untuk menjamin kelangsungan pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya tidak menyimpang dari yang telah direncanakan (dalam pengendalian anggaran disebut post- audit).


4.      Membuat strategi controlling untuk organisasi

Contoh di dalam pegawai negeri sipil harus ada beberapa pengawasan
·         Pengawasan berkala
Pengawasan yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu berdasarkan kesepakatan bisa / bulan sekali, atau 1 bulan
·         Pengawasan mendadak
Pengawasan yang dilaksanakan mendadak untuk melihat kinerja staff sehari-hari dan menghindari terjadinya penyimpangan
·         Pengawasan melekat
Pengawasan yang dilakukan secara dekat terhadap staff, hal ini sering dilakukan untuk tujuan yang spesifik dan bersifat khusus, sehingga menghindarkan sekecil-kecilnya terjadi penyimpanan atau kesalahan.

KEKUASAAN DAN PENGARUH
A. Pengertian Kekuasaan
 Nord(1978:675), kekuasaan adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi
aliran, energy dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang
berbeda secara jelas dari tujuan lainnya.
 Hikcs dan gulle (1996:373),kekuasaana dalah kemampuan untuk melaksanakan
suatu hal.
 Roger dan Thoha (2004 : 93), kekuasaan adalah suatu potensi diri dari suatu
pengaruh. Kekuasaan itu suatu kewenangan untuk bertindak bagi pemimpin
dalam menggerakkan orang lain agar menerima dengan ikhlas kehendaknya.
B. Sumber- Sumber Kekuasaan
Teori yang dikemukakan oeh French dan Raven (1959) ini menyatakan bahwa
kepemimpinan bersumber pada kekuasaan dalam satu kelompok atau organisasi.
Dengan perkataan lain, orang atau orang-orang yang memiliki akses terhadap sumber
kekuasaan dalam suatu kelompok atau organisasi tertentu akan mengendalikan atau
memimpin kelompok atau organisasi itu. Adapun sumber kekuasaan itu sendiri ada
tiga macam yaitu:
1. Kekuasaan bersumber pada kedudukan (Position)
Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan terbagi lagi ke dalam beberapa
jenis yaitu:
a. kekuasaan formal atau legal (French & Raven, 1959)
termasuk dalam jenis ini adalah komandan tentara, kepala dinas, presiden
atau perdana mentri dan sebagainya yang mendapat kekuasaan karena
ditunjuk dan/atau diperkuat dengan peraturan atau perundangan yang
resmi       
b. kendali atas sumber dan ganjaran (French & Raven, 1959)
majikan yang menggaji karyawan, majikan yang mengupah buruh, kepala
suku atau kepaa kantor yang dapat memberi ganjaran kepada bawahannya,
dan sebagainya, memimpin berdasarkan sumber kekuasaan seperti ini          .
c. Kendali atas hokum (French & Raven, 1959)
Ganjaran biasanya terkait dengan hukuman sehingga kendai atas ganjaran
biasa juga kendali atas hukuman. Walaupun dmikian, ada kepemimpinan
yang sumbernya hanya kendali atas hokum saja, ini merupakan
kepemimpinan yang didasarkan pada rasa takut. Contoh para preman
yang memungut pajak kepada pedagang, pedagang akan tunduk kepada
preman karena takut akan mendapat perakuan kasar.
d. Kendali atas informasi (French & Raven, 1959)
Informasi adalah ganjaran positif bagi orang yang memerlukan, sehingga
siapa pun yang menguasai informasi dapat menjadi pemimpin. Contohnya
orang yang paling tahu arah jalan maka otomatis dia akan menjadi
pemimpin rombingan.
e. Kendali ekologi (Lingkungan)
Sumber kekuasaan ini dinamakan juga perekayasa situasi (situational
sengineering). Contoh adalah kendali atas penempatan jabatan (Oldham,
1975). Seorang atasan, manager, atau kepala bagian personality
mempunyai kekuasaan atas bawahannya, kerena ia boleh menentukan
posisi anggotanya.
2. Kekuasaan yang bersumber pada pribadi (Personal)
Berbeda dari kepemimpinan kekuasaan yang bersumber pada kepribadian
berawal dari sifat-sifat pribadi, yaitu sebagi berikut:
a.       Keahlian atau ketrampilan (French & Raven 1959)
Orang yang menjadi imam adalah orang yang paling fasih membaca ayat
Al-Qur’an. Demikian pula dalam pesawat atau kapal, orang yang paling
ahli dalam mengemudilah yang akan menjadi pemimpin.
b. Persahabatan atau kesetian (French & Raven 1959)
Sifat dapat bergaul, setia kawan atau setia kepada kelompok dapat
merupakan sumber kekuasaan, sehingga seseorang dianggap sebagai
pemimpin.
c. Karisma (House,1977)
Ciri kepribadian yang menyebabkan timbulnya kewibawaan pribadi dari
pemimpin juga merupakan salah satu sumber kekuasaan dalam proses
kepemimpinan. Mengenai hal ini dibicarakantersendiri dalam teori bakat.
3. Kekuasaan yang bersumber pada politik (Political Power).
Kekuasaan yang bersumber pada politik terdiri atas bebrapa jenis
(Preffer,1981)
a. Kendali atas proses pembuatan keputusan (Preffer & Salanick,1974)
dalam organisasi, ketua menentukan apakah suatu keputusan akan dibuat
dan dilaksanakan atau tidak.
b. Koalisi (Stevenson, Perace & Porter, 1985), kepemimpinan atas dasar
sumber kekuasaan politik ditentukan juga atas hak atau kewenangan untuk
membuat kerjasama dengan kelompok lain.
c. Pertisipasi (Pfeffer,1981)
Pemimpin mengatur partisipasi anggotanya, siapa yang boleh
berpartisipasi dalam bentuk apa tiap anggotanya berpartisipasi dan
sebagainya.`
d. Pemimpin agama menikahkan pasangan suami istri, menentukan
terbentuknya keluarga baru. Notaris atau hakim menentukan berdirinya
suatu yayasan atau perusahaan baru. Dan sebagainya, secara umum ada
dua bentuk kekuasaan:    
·         Pertama kekuasaan pribadi, kekuasaan yang didapat dari para pengikut
dan didasarkan pada seberapa besar pengikut mengagumi, respek dan
terkait pada pemimpin.    
·         Kedua kekuasaan posisi, kekuasaan yang didapat dari wewenang
formal organisasi. Kekuasaan berkaitan erat dengan pengaruh (influence) yaitu tindakan atau contoh tingkah laku yang menyebabkan perubahan sikap atau tingkah laku orang lain atau kelompok

C. Pengertian Pengaruh
 Menurut Wiryanto. Pengaruh merupakan tokoh formal maupun informal di  dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif,kompeten, dan  aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi.
 Pengertian Pengaruh Menurut Norman Barry. Pengaruh adalah suatu tipe  kekuasaan yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu,  dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi  yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya.
D. pengaruh taktik dalam organisasi
Taktik-taktik mempengaruhi (Influence Tactics) adalah cara-cara yang biasanya digunakan oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain, baik orang yang merupakan atasan, setingkat, atau bawahannya. Dengan mengetahui dan menggunakan hal ini, maka seseorang dapat mempengaruhi orang lain, dengan tidak menggunakan kekuasaan yang dimilikinya. 
Kipnis dan Schmidt adalah peneliti yang pertama kali meneliti taktik-taktik yang biasa digunakan orang untuk mempengaruhi orang lain. (Kipnis dan Schmidt, 1982). Berbagai alat ukur telah dibuat untuk meneliti taktik mempengaruhi, dan salah satu yang terbaik adalah yang dibuat oleh Yukl dkk, yaitu yang disebut Influence Behavior Questionnaire (Yukl, Lepsinger, and Lucia, 1992). Hasil penelitian Yukl dkk, menun-jukkan ada sembilan jenis taktik yang biasa digunakan di dalam organisasi (Hugheset all, 2009), yaitu:
a)      Persuasi Rasional (Rational Persuasion), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan alasan yang logis dan bukti-bukti nyata agar orang lain tertarik.
b)      Daya-tarik Inspirasional (Inspirational Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan suatu permintaan atau proposal untuk membangkitkan antusiasme atau gairah pada orang lain.
c)      Konsultasi (Consultation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan mengajak dan melibatkan orang yang dijadikan target untuk berpartisipasi dalam pembuatan suatu rencana yang akan dilaksanakan.
d)     Mengucapkan kata-kata manis (Ingratiation), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kata-kata yang membahagiakan.
e)      Daya-tarik Pribadi (Personal Appeals), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain atau memintanya untuk melakukan sesuatu karena merupakan teman atau karena dianggap loyal.
f)       Pertukaran (Exchange), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan memberikan sesuatu keuntungan tertentu kepada orang yang dijadikan target, sebagai imbalan atas kemauannya mengikuti suatu permintaan tertentu.
g)      Koalisi (Coalitions), terjadi jika seseorang meminta bantuan dan dukungan dari orang lain untuk membujuk agar orang yang dijadikan target setuju.
h)      Tekanan (Pressure), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ancaman, peringatan, atau permintaan yang berulang-ulang dalam meminta sesuatu.
i)        Mengesahkan (Legitimacy), terjadi jika seseorang mempengaruhi orang lain dengan menggunakan jabatannya, kekuasaannya, atau dengan mengatakan bahwa suatu permintaan adalah sesuai dengan kebijakan atau aturan organisasi.
E. Contoh kasus tentang kekuasaan
Penyalahgunaan kekuasaan dan kewenangan menjadi topik terhangat akhir- akhir ini, kasus yang paling sering kita dengar adalah "kasus korupsi" yang melibatkan pejabat -- pejabat negeri ini, dimana mereka yang melakukan korupsi ini meggunakan kekuasaanya ataupun jabatanya untuk memperkaya diri sendiri. Hal yang paling mengejutkan diakhir tahun 2013 ini yaitu Kasus tertangkapnya Akil Mochtar oleh KPK dimana dia telah menyalah gunakan kekuasaanya dan kewenanganya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri maupun orang-orang yang dekat dengannya dan kasus ini bisa dikatakan sebagai Puncak kasus korupsi diindonesia karena seperti yang kita tahu Mahkama konsitusi (MK) Lembaga hukum tertinggi di indonesia. Ada sebuah pendapat yang mengemukakan bahwa Pelanggaran hukum yang dilakukan oleh penguasa atau para pejabat negara terjadi dengan adanya kesalahan kebijakan dan kekuasaan terhadap rakyatnya. John E.E Dalberg alias Lord Acton (1834--1902), sejarahwan Inggris mengatakan, "kekuasaan cenderung korup (jahat) dan kekuasaan mutlak paling jahat". ("power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely"). Menurut saya itu bisa dibenerkan karena biasanya penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) seperti korupsi ini dilakukan oleh para penguasa atau orang yang memiliki kekuasaan diamana dia cenderung menggunakan kesempatan untuk menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan manakala berada pada posisi yang memungkinkan untuk memperkaya diri sendiri, orang lain & bersifat merugikan perekonomian negara atau keuangan negara. Pada masa sekarang ini hampir setiap hari baik di media massa baik media cetak maupun media elektronik selalu memberitakan korupsi. Saat satu orang di hukum, satu lagi tertangkap, satu lagi jadi tersangka. Korupsi itu ibarat sebuah siklus yang tak pernah mati, iya mati satu tumbuh seribu dan kasus korupsi ini hampir terdapat di semua lembaga / kementrian yang ada di negera indonesia ini salah satu contohnya kasus korupsi "Hambalang" yang menyeret Mentrei Pemuda dan Olahraga kita Andi Malarangeng , Nazarudin dan anggota DPR yaitu Angelina Sondak dimana pada kasus ini di duga mereka telahmenyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara. Perbuatan melawan hukum yang dilakukan terkait dengan pengadaan dan pembangunan sarana prasarana pusat pelatihan olahraga Hambalang merugikan negara hingga Rp 463,66 miliar. Jadi dengan contoh kasus tadi dapat kita katakan penyalah gunaan kekuasaan berupa korupsi di indonesia sangat merajalela dan sangat sulit dihilangkan karena sudah mengakar, dimana korupsi ini tidak hanya dilakukan oleh para elite pejabat saja tetapi juga oleh kalangan menengah kebawah. Banyaknya kasus korupsi ini, menyadarkan kita bahwa terjadi kemunduran moral bangsa. Dan tahun 2012 negara kita mendapat gelar negara terkorup didunia, seharusnya kita malu dengan julukan seperti itu, dan pada saat ini pemerintah juga sudah membuat suatu badan penanggulangan korupsi yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) . Lembaga ini tergolong merupakan lembaga yang masih baru di banding lembaga sebelumnya seperti Kepolisian ataupun Kejaksaan yang di nilai kurang efesien dalam menangani tindak pidana korupsi. Oleh sebab itu sebagai penerus bangsa, generasi muda perlu ditanamkan sejak dini tentang apa itu "korupsi" dan apa dampak yang dirasakan oleh negara itu apabila korupsi sudah semakin meningkat nantinya dan agar bangsa ini dapat diselamatkan juga untuk mengurangi tingkat korupsi itu sendiri pada akhirnya, dan agar generasi-genarasi muda nantinya tidak melakukan korupsi, serta meningkatkan kinerja lembaga-lembaga yang telah di percaya oleh rakyat agar dapat merubah citra bangsa dari negara "terkorup di dunia". Wulan Suci Chairunisak P -Jurusan Geografi FKIP Unisma Angkatan 2012.

Sumber       : http://www.kompasiana.com/wulansuci/korupsi-contoh-dari-penyalahgunaan-kekuasaan-dan-wewenang_551fe1bfa33311fa29b674f1





Referensi      :
Susilo.heru.2014.Pengaruh Kekuasaan.herususilofia.lecture.ub.ac.id. Diakses pada  tanggal 3 Mei 2015

Thoha, Miftah. 2003. Kepemimpinan dalam Suatu Manajemen: Suatu Pendekatan Perilaku. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

H. Moh. Isa. 1980. Beberapa Bacaan tentang Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai Soekarno, & Putong I.(2015). Kepemimpinan Kajian Teori dan Praktis.